Fuji Astuty

Jumat, November 22, 2019

PESONA SANG SURYA (PUISI SAYA)
November 22, 20190 Comments
PESONA SANG SURYA

Fuji Astuty

Lukisan langit begitu menawan
Menyingsingkan pesona sang surya
Tuangkan rona merah dan jingga
Berpadu bersama arakan awan

Tiupan lembut angin
Menerpa alam
Memberi kabar pada penghuni bumi
Bahwa pesona sang surya telah tiba

Kesedihan sirna
Kegalauan pudar
Semangat menyapu bersih
Mengusir debu di hati

Pesonamu
Sinari kehidupan
Memandu dalam keikhlasan
Hingga terbenam di langit.



Medan, 29 Oktober 2019

Alhamdulillah, puisi ini telah diterbitkan dalam antologi Seri Matahari. Semoga bermanfaat...
Reading Time:
SEBUAH HARAPAN (PUISI SAYA)
November 22, 20190 Comments
SEBUAH HARAPAN 

Fuji Astuty

Kutuliskan khayalan di lembaran putih
Semua menari rangkaikan sebuah kisah
Biarpun penuh coretan
Demi sebuah harapan

Kemilau fajar tersenyum indah
Menyapa alam
Menawarkan lembaran baru
Membawa harapan yang pasti

Membuka gerbang terkunci
Ada duka
Ada sepi
Tertawan dalam kebencian

Luruh tersapu angin
Hilang di balik barisan awan
Gemuruh suara langit tiba
Mengajak bulir-bulir hujan basahi jiwa.




Medan, 29 Oktober 2019

Alhamdulillah, puisi ini telah diterbitkan dalam Antologi Balada. Semoga bermanfaat !
Reading Time:
MENCINTAIMU DALAM DIAM (PUISI SAYA)
November 22, 20190 Comments
MENCINTAIMU DALAM DIAM

Fuji Astuty

Memandang fotomu
Rasa Bergelayut dalam sepi
Mengusik hati
Tak mampu berucap

Mencintaimu dalam diam
Mengukir namamu di untaian doa
Bermunajat pada Sang Khalik
Cairkan kebekuan hatimu

Meski engkau dingin
Ku tahu, engkau merasakannya
Menyambutmu dalam kelembutan hati
Yakini diri, engkau kan mencintaiku.




Medan, 29 Oktober 2019

Alhamdulillah, puisi ini telah diterbitkan dalam Antologi Balada. Semoga bermanfaat !
Reading Time:
SINAR MUNGILMU (PUISI SAYA)
November 22, 20190 Comments
SINAR MUNGILMU

Fuji Astuty

Kerlipmu bagai lampu
Hiasi gelapnya malam
Menyentuh luka
Membalutnya hingga kering

Gelisah diri pun padam
Sinar mungilmu
Genggamkan tangan
Membawaku pada sebuah harapan

Meski hadirmu di malam hari
Engkaulah bintang pemberi harapan
Langit semakin pekat
Mentari tiba, kusambut dengan senyuman.


Medan, 15 Oktober 2019


(Antologi Puisi "Sebilang Bintang")

Alhamdulillah, puisi ini telah diterbitkan dalam antologi puisi Sebilang Bintang. Semoga bermanfaat.
Reading Time: