Oktober 2017 - Fuji Astuty

Sabtu, Oktober 21, 2017

Pentingnya K-Vit C plus Teavigo bagi Tubuh
Oktober 21, 2017 2 Comments
K-Vit C Pus Teavigo

Mengenal produk K-Link ini bukan yang pertama sekali bagi saya. Bahkan sebelumnya saya juga mengkonsumsi produk K-link yaitu K-Liquid Chlorophyll. Produk K-link sangat banyak dan memiliki harga yang terjangkau. Kita tahu bahwa sehat itu mahal, bahkan kita suka sepele dengan kesehatan kita. Aktifitas yang padat membuat kita sulit untuk menjaga pola makan dan suka makan sembarangan, saat sakit baru kita rasakan aktifitas terhenti dan kita harus mengeluarkan uang yang lumayan untuk kesembuhan kita.

Apa itu K-Link ?

K-Link merupakan salah satu perusahaan Multi Level Marketing terbesar di Indonesia. Stockistnya banyak ditemukan hampir di setiap kota besar di Indonesia. Dan produk-produknya terdiri dari produk-produk suplemen kesehatan, kecantikan, perawatan tubuh dan lainnya. Produk yang cukup dikenal seperti K-Liquid Chlorophyll, K-Omegasqua dan K-Ayurveda. Bapak Dato DR. H. Md. Radzi Saleh sebagai Presiden Direktur dari K-Link Indonesia yang berdiri pada Mei 2002 mengawasi kegiatan operasional harian perusahaan.

Presiden Direktur K-Link Indonesia
Dato DR. H. MD. Radzi Saleh

K-Link juga sebagai salah satu pioneer MLM Syariah yang sudah memiliki sertifikat syariah dari Dewan Syariah Nasional MUI tahun 2009 dan sudah diperpanjang di tahun 2013 dan 2016. Dengan Dewan Pengawas syariah yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Isih Mubarak.

K-Link berkomitmen membangun bisnis yang saling menyejahterakan sesuai prinsip syariah. Kami berharap K-Link Indonesia bisa menjadi MLM nomor satu. Kami juga sangat memperhatikan pada peran perempuan yang banyak memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa. Bangsa yang maju hanya bisa terbentuk dari keluarga. Dan, perempuan berperan vital untuk membangun keluarga yang sejahtera. Karena itu, kami memiliki banyak program untuk mengoptimalkan dan memberdayakan perempuan, salah satunya Rumah Cantik K-Link yang baru saja kami luncurkan di Bandung. Menyusul kemudian di Medan, Yogyakarta dan kota-kota lainnya.

Sebagai perusahaan yang peduli dengan kualitas kesehatan, awal Agustus 2017, K-Link melunurkan produk baru dengan mengkombinasikan vitamin C dan Teavigo yang diberi nama K-Vit C Plus Teavigo. Kemudian tanggal 14 Oktober 2017 kemarin melakukan launching produknya di Medan setelah Jakarta dengan narasumber dr. Sugiarto, AAK, Med.Cos. Acara launching produk tersebut penuh antusias dari para peserta sambil menikmati produk K-Vit C Plus Teavigo. Itu menandakan bahwa masyarakat kota Medan sangat peduli dengan kesehatan.

Peserta minum K-Vit C Plus Teavigo beramai-ramai


K-Vit C plus Teavigo adalah suplemen makanan yang mengandung dua kekuatan antioksidan yaitu vitamin C dan Teavigo. Seperti kita ketahui vitamin C adalah antioksidan yang sangat bagus untuk meningkatkan daya tahan tubuh, melindungi sel-sel kulit dari radikal bebas dan zat berbahaya, meremajakan kulit dan mencegah anemia. 

Lalu apa itu Teavigo ?

Kita tahu saat ini teh hijau merupakan teh yang sangat digemari di Indonesia dan juga negara-negara Asia yaitu Cina dan Jepang. Karena khasiatnya adalah membantu proses pencernaan dan mampu membunuh bakteri. Selain itu kandungan polifenol yang tinggi di dalam teh hijau juga dapat membunuh bakteri-bakteri perusak dan bakteri yang menyebabkan penyakit di rongga mulut. Salah satu senyawa yang lebih kuat dalam teh hijau adalah antioksidan Epigallocatechin Gallate (EGCG). Dan mineral-mineral dalam jumlah kecil yang ada pada teh hijau juga mampu mengurangi risiko terserangnya penyakit. Hal ini yang membuat teh hijau sangat berkhasiat. Salah satu teh hijau yang terbaik yaitu pada Teavigo.

Teavigo adalah salah satu ekstrak teh hijau termurni yang diproduksi di Taiyo Green Power dengan lisensi dari Taiyo Kagaku Co., Ltd., dan produk nutrisi DSM yang berbasis di Swiss. Dengan kandungan minimum Epigallocatechin-3-Gallate (EGCG) 94% di dalamnya maka pengembangan Teavigo dapat bermanfaat secara maksimal untuk kesehatan dan meminimalkan pencemaran kotoran. Ternyata EGCG pada teh itu berbedah-beda, ada yang 5%, 10%, 30%, 50% bahkan 94%. Teavigo ini diekstrak yang diracik sedemikian rupa sehingga tinggi EGCG dengan kandungan kafein di bawah 0,1% (secara kuantitatif dianggap 0). Semakin besar EGCG maka semakin tinggi khasiat ekstrak teh hijau. 



Lalu apa manfaat K-Vit C plus Teavigo? 

Dengan aktifitas yang padat kita tidak perlu khawatir. Dengan mengkonsumsi multivitamin ini akan menjaga daya tahan tubuh kita dan stamina kita. Selain itu juga memiliki khasiat untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, mengurangi risiko kanker, memperlambat proses penuaan dan menjaga kesehatan sel saraf.

Bagaimana mengkonsumsinya?

K-Vit C plus Teavigo cukup dikonsumsi 1 tablet effervescent 1-2 kali sehari. Dalam mengkonsumsi K-Vit C plus Teavigo kita tidak perlu khawatir khususnya bagi orang yang sulit menelan karena cukup dilarutkan di dalam satu gelas air. Bahwa vitamin C sendiri merupakan vitamin esensial yang larut dalam air. Kita anggap saja seperti minum air dan memiki rasa yang segar. Campuran vitamin C dengan Teavigo seperti kita makan jeruk dengan tambahan teh hijau memiliki rasa tidak terlalu asam dan tidak terlalu manis. Jadi aman bagi orang yang memiliki gangguan lambung karena sudah direaksikan dengan kalsium sehingga mampu mencegah terjadinya kenaikan asam lambung. Namun bila masih khawatir maka diminum setelah makan. Dan K-Vit C plus Teavigo juga aman dikonsumsi ana usia 2 tahun.

Betapa besarnya khasiatnya dari K-Vit C plus Teavigo bagi tubuh. Kita perlu memelihara kesehatan tubuh kita dan itu wujud kita sebagai orang yang bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah pada kita. Dalam mengkonsumsi K-Vit C Plus Teavigo, kita dapat membelinya di stockist-stockist yang sudah tersebar di seluruh kota di Indonesia dan sekarang kita tidak perlu khawatir karena dapat diperoleh melalui belanja online dengan mengunjungi http://www.k-net.co.id/

Launching produk K-Vit C Plus Teavigo cukup meriah, ada tarian dan lomba live twit, instagram dan lainnya. Selain itu melalui event ini para blogger bisa bersilaturahmi dengan blogger-blogger lainnya.



Sehat itu sangat penting dan mahal, sebelum sakit sebaiknya lakukan pencegahan dengan mengkonsumsi multivitamin. Untuk lebih jelasnya dapat mengunjungi :

Twitter : @official_Klink
Instagram : klink_indonesia_official



Reading Time:

Minggu, Oktober 08, 2017

Sejarah dan Budaya yang Tersimpan di Museum Provinsi SUMUT
Oktober 08, 2017 3 Comments

Di Indonesia, setiap daerah memiliki kenangan. Kenangan itu tidak mungkin dilupakan. Tetapi bila kenangan itu tidak di jaga dan dirawat maka generasi berikutnya tidak akan tahu kenangan itu seperti apa. Pemerintah berupaya tetap menjaganya dengan mendirikan sebuah museum. Di setiap provinsi di Indonesia terdapat museum. Demikian pula di daerah Sumatera Utara, ada sebuah museum. Museum ini terletak di Jalan HM Joni, di pinggir jalan. Letaknya sangat strategis dan mudah dikenal. 

Mulanya museum ini dinamakan Gedung Arca  yang diresmikan oleh Presiden Pertama RI yaitu Ir. Soekarno. Kemudian pada tanggal 19 April 1982, berubah nama menjadi museum Negeri Sumatera Utara yang diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yaitu Daoed Joesoef. Selain itu, museum ini memiliki luas bangunan sekitar 10.468 meter persegi. Pada bagian atapnya ada beberapa ornamen yang berasal dari suku Melayu, Toba, Karo, Nias dan Mandailing, ini menjadi keunikan bagi Museum ini.


Pemerintah juga telah merenovasi museum ini, agar kebudayaan di daerah Sumatera Utara tetap ada. Dan masyarakat baik di daerah Sumatera Utara maupun di luar Sumatera Utara dapat berkunjung untuk melihat bagaimana peradaban di daerah Sumatera Utara di masa lalu. Setelah membeli tiket, pengunjung akan mendapatkan katalog yang berisi informasi mengenai benda-benda yang dipajang di dalam Museum yang berjumlah 6799 koleksi terdiri dari replika hewan Sumatera, fosil manusia purba, kehidupan prasejarah, perkakas prasejarah maupun tradisional, kain tradisional, rumah adat, gambar atau photo-photo pahlawan maupun masa Kolonial, masa pra kemerdekaan, zaman kuno, pra histori, pengobatan cara kuno dan informasi lainnya yang bermanfaat.



Namun, sangat di sayangkan banyak masyarakat di daerah Sumatera Utara yang tidak memperdulikan museum di Sumatera Utara. Bahkan bila ditanya lokasi museum di daerah Sumatera Utara juga tidak tahu. Tentu saja, mereka bisa dipastikan belum pernah berkunjung ke museum ini. Pemerintah telah berupaya melakukan renovasi dengan mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit. Tapi bila kita sebagai masyarakat tidak mau tahu, apa yang akan terjadi dengan daerah kita sendiri. Kita tidak akan tahu peradaban dan sejarah yang terjadi di daerah Sumatera Utara. 


Tetapi ada beberapa masyarakat yang juga pernah berkunjung ke museum daerah Sumatera Utara. Diantaranya, mahasiswa, anak-anak sekolah mulai dari tingkat PAUD hingga SMA. Tujuan mereka datang ke museum tersebut tidak lain untuk memenuhi tugas dari sekolah. Guru-guru berusaha menarik minat anak-anak sekolah untuk berkunjung ke museum dan memberikan tugas setelah berkunjung ke museum itu agar mereka jadi mengetahui gimana peradaban dan sejarah di Sumatera Utara.



Dibandingkan dengan kondisi yang belum direnovasi sangat jauh beda, sebelumnya Museum ini terlihat angker. Sekarang ini ruangannya sangat bagus dan tertata dengan rapi. Bagi masyarakat yang gemar dengan selfie-selfie tidak akan menyesal untuk berphotoan di Museum ini. Karena menampilkan pengetahuan dan kebudayaan, dan untuk tiket masuk museum ini terbilang murah. Jadi tidak perlu khawatir untuk masuk ke Museum ini. Museum ini bisa dijadikan untuk objek wisata lokal. Untuk weekend, kita tidak perlu menghabiskan anggaran yang harus mahal untuk menghabiskan weekend kita dengan keluarga, teman atau sahabat cukup berkunjung ke Museum ini. Tidak hanya membuat tubuh rileks dan pikiran segar, kita bisa melihat dan merasakan bagaimana kondisi Sumatera Utara dulunya. 



Museum ini juga telah bekerja sama dengan negara lain yaitu Thailand. Bukan hanya itu saja, wisatawan asing juga berkunjung ke Museum ini diantaranya Australia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand dan China. Lalu gimana dengan masyarakat Sumatera Utara sendiri, apakah sudah berkunjung ?


Reading Time: