Maret 2019 - Fuji Astuty

Sabtu, Maret 30, 2019

Pojok Literasi, Financial Technology yang Ramah bagi kaum Millenial
Maret 30, 2019 8 Comments


Pada Kamis yang lalu tepatnya tanggal 21 Maret 2019 di Café Potret Jalan KH Wahid Hasyim No 90, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI, melalui Direktorat Perekonomian dan Kemaritiman menggelar rangkaian kegiatan Pojok Literasi di Medan yang bertema Financial Technology yang ramah bagi Millenial. 

Acara ini dimulai pukul 14.00 wib dengan menghadirkan 4 (empat) narasumber yaitu Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Septriana Tangkary, Sekjend Kemkominfo RI Rosarita Niken Widyastuti, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK Sondang Martha Samosir, Founder dan CEO Finansialku Melvin Mumpuni CFP. Diskusi ini juga mengundang para blogger, influencer, dan mahasiswa yang dipandu langsung oleh Wardah Fajri dari Bloggercrony.


Septriana Tangkary selaku direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim memaparkan mengenai kondisi dari pengguna internet di Indonesia. Bahwa Indonesia merupakan Negara yang menggunakan internet dengan urutan ke 4 terbesar di dunia. Di tahun 2014, lembaga riset pasar e-marketer pengguna internet terbesar di dunia yaitu 83,7 juta orang. Kemudian, tahun 2017 pada data agensi digital Amerika Serikat, we are social, penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 51% atau berkisar 152,7 juta orang.




Dan menurut Septriana bahwa jumlah pengguna internet ini akan semakin meningkat seiring dengan pelaksanaan proyek Indonesia Barat dan Timur yang belum terjangkau internet oleh pemerintah. Dan faktanya dari 132,7 juta pengguna internet di Indonesia, sebanyak 106 juta diantaranya adalah pengguna aktif media sosial. 

Setelah pemaparan dari topic Ibu Septriana maka berlanjut ke pemateri kedua, yakni Sekjend Kemkominfo RI Rosarita Niken Widyastuti yang menjelaskan mengenai peluang dari digital ini. Menurutnya bahwa Indonesia akan menjadi salah satu pasar digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020, hal ini dilihat dari Laporan World Economic Forum (2015). Sehingga mempertegas bahwa peluang keuangan digital, diperkuat dengan kenyataan baru sekitar 36 persen orang dewasa di Indonesia yang memiliki rekening di Bank atau sekitar 120 juta orang masuk dalam kategori unbanked. 

Bu Niken juga menjelaskan mengenai peranan Kemkominfo dalam mendorong adanya revolusi industry 4.0 di Indonesia mengenai perkembangan Internet of Thing (IOT) sebagai perkembangan teknologi yang tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan di dalam masyarakat. Sehingga generasi millennial sangat diharapkan untuk dapat memanfaatkan perkembangan dalam financial technology. Salah satu contohnya ada millennial yang telah berhasil membuat startup. 

Selanjutnya, pemateri ketiga Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK Sondang Martha Samosir yang membahas mengenai kategori Fintech, antara lain : 
- Pembayaran (payment)
- Pendanaan (funding)
- Perbankan (digital banking)
- Pasar modal (capital market)
- Perasuransian (insurtech)
- Jasa pendukung lainnya (support fintech)

Fintech ini semakin menjamur dan belum semua terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI. Ibu Sondang menjelaskan hingga kini masih 99 Fintech yang telah terdaftar di OJK dan nasabah berhak mendapatkan perlindungan konsumen. Lalu, bagaimana agar tidak tertipu Fintech yang bodong atau penipuan? Ibu Sondang menjawabnya bahwa OJK telah menyusun pengaturan terkait dengan usaha Fintech maupun perlindungan konsumennya. 


Pembicara terakhir adalah Pak Melvin, ia merupakan founder dan CEO Finansialku yakni Malvin Mumpuni CFP. Ia menceritakan mengenai pengalamannya di dalam merintis start up websitenya Finansialku.com serta memotivasi para blogger, influencer dan mahasiswa agar lebih menekuni dunia digitalnya.

Reading Time:

Kamis, Maret 21, 2019

Soft Launching Plaza UKM Pusat Oleh-Oleh Sumut di Area Bandara Kualanamu
Maret 21, 2019 18 Comments



Bandara Kualanamu

Kota Medan merupakan ibukota dari Provinsi Sumatera Utara. Setiap kota di Indonesia memiliki Bandar Udara. Bandar udara atau disingkat dengan bandara atau nama lainnya adalah pelabuhan udara merupakan sebuah fasilitas bagi tempat pesawat terbang untuk dapat lepas landas maupun mendarat. Sebuah bandara kelas internasional yang dikenal di Jakarta bernama Bandara Internasional Soekarno Hatta. Sedangkan di Sumatera Utara nama tempat penerbangannya adalah Bandara Kualanamu yang letaknya berada di daerah kabupaten Deli Serdang. Bandara ini merupakan bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Sebelum bandara ini berdiri, nama bandaranya adalah bandara Polonia yang berada di kota Medan. Karena keberadaan Bandar udara ini mengalami keterbatasan operasional dan kondisi fasilitas yang tidak memungkinkan untuk menampung kebutuhan pelayanan angkutan udara yang semakin meningkat. Maka bandara pun dipindahkan ke Kabupaten Deli Serdang. 

Dan memiliki luas 26 km arah timur dari pusat kota Medan. Sebelum dijadikan bandara, lokasi ini merupakan areal perkebunan PT Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa yang terletak di Beringin, Deli Serdang, Sumatera Utara. Selain itu pembangunan ini merupakan bagian dari MP3EI untuk menggantikan Bandar Udara Internasional Polonia yang berusia lebih dari 85 tahun. Bandara ini diharapkan dapat menjadi sebagai bandara pangkalan transit internasional pada kawasan Sumatera dan sekitarnya.


Soft Launching Plaza UKM Pusat Oleh-oleh Sumatera Utara

Sekarang ini para pengunjung yang menggunakan layanan Bandara Kualanamu tidak kesulitan lagi ingin mencari makanan maupun produk-produk khas Sumatera Utara karena telah ada Plaza UKM Pusat Oleh-oleh Sumatera Utara Bandara Kualanamu. Dengan adanya Plaza UKM ini memudahkan bagi pengunjung yang menggunakan layanan bandara ini untuk membawa oleh-oleh khas Sumatera Utara. Bahkan saat menunggu penerbangan bisa menikmati makanan dari para UKM di Plaza ini bahkan dapat membeli produk lainnya. Karena plaza UKM ini tidak hanya menjual oleh-oleh saja melainkan banyak produk lainnya. 

Tanggal 18 Maret 2019 pukul 11.00 wib diadakan Soft Launching Plaza UKM yang berlangsung di lantai 2 Gedung Railink Bandara Kualanamu, dan akan disegerakan Grand Launching dalam waktu dekat. Soft launching ini mengundang para media, dan juga banyak instansi lainnya. Dan dalam acara ini dimeriahkan dengan tarian daerah.

Pak Suwito memberi kata sambutan sebelum launching Plaza UKM ini bahwa angkasa pura ini digandeng untuk membantu para ukm-ukm. Kemudian ada Ibu Maike Ritonga selaku Kabid Bina Objek Pariwisata yang sekaligus membuka soft launching Plaza UKM pusat oleh-oleh bersama dengan para pejabat-pejabat yang diundang pada acara tersebut. 






Setelah soft launching acara tersebut para media dan blogger bersama MC mengitari stand-stand yang ada disitu untuk melihat produk-produk yang akan dijual. Ada beberapa stand yang telah dibuka diantaranya menjual baju batik, gaun pengantin, tas, sepatu, sandal yang menunjukkan corak Sumatera Utaranya, ulos dan lainnya. Dan ada juga stand makanan ringan seperti dodol, keripik dan lainnya. Selain itu ada juga menjual kaos dengan sablon gambar becak daerah kota Medan dan lainnya. Namun, masih ada stand-stand yang perlu diisi tentu saja tetap menjual produk yang mencirikan daerah Sumatera Utara. Kita tahu bahwa daerah Sumatera Utara memiliki banyak kabupaten dan yang diharapkan oleh ibu Maike sebaiknya menjual produk daerah sendiri bukan produk luar. Untuk menunjukkan identitas daerah Sumatera Utara, hal ini agar daerah lain mengenal ciri khas dari Sumatera Utara. 





Plaza UKM ini berada di lantai 2 Gedung Railink Bandara International Kualanamu. Dimana plaza ini memfasilitasi para pelaku usaha dan UKM di Sumut, dengan berbagai produk sektor home industry, kerajinan, Souvenir, perdagangan, jasa, kuliner, pariwisata dan ekonomi kreatif lainnya di area Bandara International Kualanamu sebagai “Gerbang” dalam pengembangan ekonomi daerah. Sehingga stand-stand yang berada di Plaza ini memiliki berjenis-jenis stand antara lain : Handycraft area, fashion area, food area, souvenir dan bazar kuliner. 



Setelah mengitari stand-stand para ukm lalu diadakan presscon oleh Bapak Sopyan dan Ibu Maike Ritonga mengenai ukm-ukm yang ada di Plaza UKM tersebut. Dalam presscon ini Bapak Sopyan mengatakan diupayakan harga dari produk ukm ini sebisa mungkin dengan harga yang mudah terjangkau. Bahkan dengan harga sewa 3 juta rupiah sudah dapat menyewa stand di Plaza UKM ini. Selain itu, untuk produk-produk yang akan dijual di Plaza UKM ini tidak semua produk bisa dijual karena ada kriteria-kriteria yang harus dipenuhi. Untuk lebih jelasnya bisa dikunjungi di bagian informasi bila ingin bergabung di Plaza UKM ini dan kantornya berada di Plaza UKM ini. Apakah anda berminat? Bila berminat yuk buruan untuk bergabung di Plaza UKM ini. Mengenai promosi Plaza UKM ini ke depannya menggunakan sosial media dan saat ini masih menggunakan media radio.

Adapun Background Plaza UKM Pusat Oleh-oleh Sumut, antara lain :
1. Masih dibutuhkan lokasi pengembangan Usaha, pengenalan serta peluang pasar, produk dan kuliner Sumatera Utara khususnya UKM yang terintegrasi terhadap Pasar Domestik maupun Internasional.
2. Membuka peluang dan memfasilitasi para pelaku usaha dan UKM di Sumut, dengan berbagai produk sektor Home industri, kerajinan, souvenir, perdagangan, jasa, kuliner, pariwisata dan ekonomi kreatif lainnya di Bandara Internasional Kualanamu sebagai “Gerbang” pengembangan ekonomi daerah.
3. Turut mendukung upaya pemerintah daerah dan pengelola Bandara, dalam mewujudkan Bandara Internasional Kualanamu sebagai “Airport Mall” yang turut juga mendukung perekonomian UKM.
4. Mampu menciptakan pasar produk usaha dan UKM Sumatera Utara yang “Kekinian” di area Bandara Internasional Kualanamu.
Dengan adanya Plaza UKM ini juga membantu para UKM untuk mengembangkan UKMnya, bila berminat untuk membuka UKM di tempat ini bisa datang langsung ke bagian informasi untuk mendapatkan informasi bagaimana membuka stand di Plaza UKM ini.

Di kawasan Plaza UKM ini juga disediakan berbagai jenis fasilitas berupa musholla, toilet, kursi taman, smooking area, foodcaourt area dan arena permainan. Jadi, semakin lengkap fasilitas yang tersedia di area Bandara Kualanamu.  

Reading Time: